Hidupku dan Hidupmu...

Mari maknai hidup ini agar menjadi lebih berarti...

search

Rabu, 16 Januari 2013

KONSEP PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENETAPAN DAN PENGAWASAN SUMBER DAYA DAN CADANGAN BAHAN GALIAN


KONSEP 
PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENETAPAN DAN PENGAWASAN  
SUMBER DAYA DAN CADANGAN BAHAN GALIAN 
Oleh : 
Tim Penyusun 

1. Latar Belakang
         Seiring dengan bergulirnya reorganisasi dari Direktorat Sumber Daya Mineral menjadi Direktorat Inventarisasi dan Sumber Daya Mineral maka tugas yang dilaksanakan juga ikut berubah yaitu menjadi melaksanakan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknik dan evaluasi serta pengelolaan dan pelayanan informasi di bidang inventarisasi dan konservasi sumber daya mineral. Dalam rangka memantau/mengawasi perkembangan  kegiatan usaha pertambangan umum serta meminimalisasi kemungkinan terjadinya pemborosan dalam pemanfaatan bahan galian, maka perlu disusun Pedoman Teknis Tata Cara Penetapan dan Pengawasan Sumber Daya dan Cadangan Bahan Galian. Untuk maksud di atas maka dipandang perlu untuk membentuk Tim Pedoman Teknis Penetapan Pengawasan Sumber Daya dan Cadangan. 


2. Dasar Pembuatan Konsep
Sebagai dasar dari pembuatan konsep meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Belum adanya pedoman yang mengatur hal ini;
b. Selama ini pemerintah hanya menerima hasil perhitungan sumber daya/cadangan dari perusahaan
pertambangan;
c. Pemerintah/pemberi berkeinginan untuk mengetahui metode dan proses dalam menetapkan sumber
daya dan cadangan;
d. Untuk menghindari penyalah gunaan wewenang; dari  pemegang Ijin Usaha Pertambangan/
Perusahaan Pertambangan;
e. Pemerintah dapat ikut memantau perkembangan eksplorasi sebagai dasar untuk ikut berperan
dalam  menentukan sumber daya dan cadangan;
f. Pemerintah dapat mengetahui sejak awal adanya bahan galian mineral ikutan yang dapat bernilai
ekonomis.

3. Tim Penyusun
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral No.
120.K/73.05/DJG/2001 tanggal 18 Oktober 2001 dibentuk tim penyusun dengan susunan sebagai
berikut : NO  NAMA  JABATAN DALAM TIM
1  Dirjen Geologi Sumber Daya Mineral  Pembina
2  Set.Ditjen GSDM  Pengarah
3  Direktur Inventarisasi Sumber Daya Mineral  Pengarah
4  Direktur Teknik Mineral dan Batubara  Pengarah
5  Ir. Raharjo Hutamadi  Ketua
6  Ir. Rudy Gunradi  Sekretaris
7  Direktur Inventarisasi Sumber Daya Mineral  Nara Sumber
8  Suhargo M.Sc./Dit. Teknik Mineral dan Batubara  Nara Sumber
9  Ir. Harmanto, MT  Nara Sumber
10  A. Machali Muchsin, M.Sc.  Nara Sumber
11  Ir. Teuku Ishlah  Anggota
12  Mangara P. Pohan, DESS  Anggota
13  Ir. Sabtanto Joko S.  Anggota
14  DR. Ir. Bambang Tjahjono, M.Sc  Anggota
15  Ir. Umi Kuncara, M.Sc  Anggota
16  Ir. Suharyono / Dit. Teknik Mineral dan Batubara  Anggota
17  Ir. Herudiyanto, M.Sc  Anggota
18  Hartono Lahar,  DESS  Anggota
19  Ir. Tarsis  Anggota
20  Agus Gurniwa, B.Sc.   Anggota
21  Dra. Tina Lavinia Tumbelaka  Sekretariat
22  Dra. Nelly Rusliani  Sekretariat
23  Sutopo  Sekretariat

4. Waktu Pelaksanaan 
Waktu pelaksanan penyusunan Tim Konsep Pedoman Teknis Penetapan Pengawasan Sumber Daya dan
Cadangan adalah 3 (tiga) bulan terhitung sejak 1 Oktober sampai dengan 31 Desember 2001.

5. Hasil Penyusunan 
Dari hasil 7 kali sidang lengkap dan beberapa  pertemuan terbatas serta konsultasi dengan
pejabat/instasi terkait  tim berhasil menyusun konsep tata cara penetapan dan pengawasan sumber daya
dan cadangan bahan galian. Konsep ini berisi uraian mengenai tata cara penetapan dan pengawasan dan
persyaratan/kualifikasi pejabat pelaksana pengawasan. Secara lengkap hasil penyusunan konsep ini
dapat dilihat pada lampiran berikut.Lampiran


KONSEP 
PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENETAPAN DAN PENGAWASAN  
SUMBER DAYA DAN CADANGAN BAHAN GALIAN 

I. Pendahuluan 
Sumber daya dan cadangan bahan galian merupakan unsur pokok untuk menunjang keberhasilan
pencapaian tujuan yang hakiki dari usaha pertambangan maka pembinaan dan pengawasan harus
ditata dengan baik.
Pola pemanfaatan bahan galian seharusnya dapat menciptakan keseimbangan  dan kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga keberlanjutan pembangunan tetap
terjamin.
Peranan pemerintah dalam perumusan kebijakan pengelolaan bahan galian harus dioptimalkan karena sangat penting peranannya terutama  dalam rangka meningkatkan pendapatan negara melalui mekanisme pajak, retribusi dan bagi hasil yang jelas dan adil serta perlindungan dari
bencana ekologis. Sejalan dengan otonomi daerah pendelegasian secara bertahap wewenang
pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya alam dimaksudkan
untuk meningkatkan peranan masyarakat dan tetap terjaganya fungsi lingkungan.
Perhitungan sumber daya dan cadangan pada umumnya hanya mempertimbangkan aspek ekonomi
perusahaan, lingkungan fisik dan kimia tanpa mempertimbangkan aspek konservasi dan
besarannya senantiasa dapat berubah–ubah sesuai dengan kondisi ekonomi dan teknologi. Dengan
demikian aspek konservasi bahan galian perlu  diterapkan dalam perhitungan sumber daya dan
cadangan demi terciptanya pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan.

II. Tujuan 
Pedoman teknis ini ditujukan untuk memberikan  acuan mengenai tata cara penetapan dan
pengawasan sumber daya dan cadangan bahan galian bagi pemerintah dan pelaku kegiatan usaha
pertambangan .

III. Ruang Lingkup 
Ruang lingkup pedoman ini  meliputi :
1. Tata cara dan tahapan penetapan sumber daya dan cadangan bahan galian;
2. Tata cara dan tahapan pengawasan sumber daya dan cadangan bahan galian;
3. Pelaksanaan penetapan sumber daya dan cadangan;
4. Pelaksanaan pengawasan sumber daya dan cadangan;
5. Pelaporan hasil pengawasan sumber daya dan cadangan bahan galian.

IV. Istilah dan Definisi 
Beberapa istilah dan definisi dalam pedoman ini adalah  :  

  • Bahan galian adalah unsur kimia, mineral, batuan dan bijih, termasuk batubara, gambut, bitumen padat, air tanah, panas bumi, mineral radioaktif yang terjadi secara alamiah dan mempunyai nilai ekonomis.
  • Pengelolaan bahan galian  adalah kegiatan yang meliputi inventarisasi, pemanfaatan dan konservasi bahan galian.
  • Sumber daya adalah endapan bahan galian yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata dengan keyakinan geologi tertentu dapat berubah menjadi cadangan setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi kriteria layak tambang.
  • Cadangan adalah endapan bahan galian yang telah diketahui ukuran, bentuk, sebaran, kualitas dan kuantitasnya dan secara ekonomis, teknis, hukum,  lingkungan dan sosial  dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.
  • Keyakinan geologi adalah tingkat keyakinan mengenai endapan mineral yang meliputi ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan tahap eksplorasinya.
  • Titik pengamatan adalah lokasi dimana dilakukan pengamatan, pengambilan percontoh, pengeboran, pengukuran, dan/atau lokasi pengambilan data pengawasan eksplorasi.
  • Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal  dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas.
  • Layak tambang adalah keadaan yang menunjukkan bahwa berdasarkan faktor-faktor dalam studi kelayakan tambang telah memungkinkan endapan mineral dapat ditambang secara ekonomis.
  • Belum layak tambang  adalah keadaan yang menunjukkan bahwa salah satu atau beberapa faktor dalam studi kelayakan tambang belum mendukung dilakukannya penambangan. Bila faktor tersebut telah mendukungnya maka sumber daya mineral dapat berubah menjadi cadangan.
  • Studi kelayakan tambang (Mine feasibility study) adalah pengkajian mengenai aspek teknik dan prospek ekonomis dari suatu proyek penambangan dan merupakan  dasar untuk keputusan investasi. Kajian ini merupakan dokumen yang memenuhi syarat dan dapat diterima untuk keperluan analisa bank dalam kaitannya dengan pelaksanaan investasi atau pembiayaan proyek. Studi ini meliputi pemeriksaan seluruh informasi geologi berdasarkan laporan eksplorasi dan faktor-faktor ekonomi, penambangan, pengolahan, pemasaran hukum/perundang-undangan, lingkungan, sosial serta faktor lain yang terkait.
  • Kadar batas terambil atau Cut off Grade (CoG) adalah kadar batas rata-rata terendah dari blok cadangan bahan galian  yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Nisbah pengupasan atau Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumber daya dan atau  waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut.  Bahan galian kadar marginal  adalah bahan galian yang mempunyai kadar di sekitar  CoG, sehingga dapat merupakan cadangan atau sumber daya, tergantung pada kondisi teknologi, nilai dan harga saat  itu. 
  • Bahan galian kadar rendah adalah bahan galian sumber daya yang telah diketahui dimensi dan kualitasnya dengan keyakinan geologi tertentu, namun kualitas tersebut masih di bawah CoG.
  • Bahan galian lain adalah endapan bahan galian yang berada di lokasi penambangan namun bukan termasuk bahan galian yang diusahakan.
  • Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama.
  • Cadangan tersisa (remaining reserve) adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri.
  • Perolehan tambang (mining recovery) adalah perbandingan antara produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang dinyatakan dalam persen.
  • Perolehan  (recovery) pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian hasil pengangkutan dengan jumlah bahan galian.yang harus diangkut.
  • Perolehan  (recovery)  pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara jumlah produksi pengolahan/pemurnian dengan jumlah produksi tambang yang masuk dalam proses  pengolahan/pemurnian.
  • Produk sampingan  (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan  dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan.
  • Tailing  adalah bagian dari hasil proses pengolahan bahan galian yang tidak dikehendaki karena sudah tidak mengandung mineral berharga lagi.
  • Izin Usaha Pertambangan Umum  adalah kegiatan usaha pertambangan berupa : Izin Usaha Pertambangan, Perjanjian Usaha Pertambangan, dan Izin Pertambangan Rakyat.
  • Instansi yang berwenang/pemerintah  adalah Pemerintah pusat dan atau Pemerintah Daerah dengan kewenangan sesuai yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000.
  • Reklamasi (reclamation) adalah upaya untuk mengembalikan  fungsi lingkungan hidup di bekas daerah pertambangan menjadi daerah yang berdaya guna.
  • Percontoh (sample)  adalah bagian kecil material yang diambil dengan cara tertentu yang dapat dianggap mewakili material tersebut secara keseluruhan.
  • Peta eksplorasi adalah peta hasil penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengindentifikasi, menentukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukannya penambangan.
  • Peta eksploitasi (peta aktivitas penambangan) adalah peta penambangan endapan bahan galian dari kulit bumi secara ekonomis dengan menggunakan sistem penambangan tertentu.
  • Bahan baku (Raw material) adalah bahan yang akan diolah menjadi produk yang bermanfaat.
  • Free on Board (FOB) adalah istilah dalam pemasaran produksi, bahwa produsen/penjual yang menanggung semua ongkos/biaya sampai di atas kapal pengangkut. 

V.  Tata Cara Penetapan Sumber Daya  dan Cadangan 
A. Tata Cara Penetapan Sumber Daya 

1. Penetapan sumber daya terhadap suatu bahan galian mengacu pada : 
Standar Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Mineral (SNI 13-4726-1998 beserta
amandemennya 13-4726-1998/Amd I : 1999) dan Standar Klasifikasi Sumberdaya dan
Cadangan Batubara (Amandemen 1-SNI  13-5014-1998).

2. Penetapan sumber daya harus memperhatikan beberapa parameter : 
a.  Variasi dimensi bahan galian; 
Yang dimaksud dengan dimensi adalah bentuk dan ukuran, meliputi panjang, lebar,
ketebalan, kedalaman, luas dan volume. Makin besar variasi makin banyak data yang
diperlukan. Dimensi tersebut ditentukan berdasarkan hasil pemboran, sumur uji, parit
uji yang disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. Selanjutnya diuraikan juga
tentang keadaan geologi dan pemineralannya sehingga dapat diketahui dengan jelas
gambaran bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya.
b.  Variasi sebaran, mutu dan kadar bahan galian; 
Yang dimaksud dengan variasi sebaran adalah tentang penyebaran, tipe dan
keberadaan endapan apakah homogen, menerus atau terserak (spotted). Dalam bagian
ini hendaknya diuraikan dengan rinci mengenai keadaan endapan/pemineralan seperti
tipe endapan, jurus, kemiringan tubuh bijih, sebaran atau kemenerusannya.
Istilah mutu umumnya digunakan untuk bahan galian non logam, batubara dan
gambut sedangkan kadar terutama digunakan untuk bahan galian logam. Makin besar
variasinya, makin banyak data yang diperlukan dalam penetapan kelas sumber daya.
c.  Mineral ikutan; 
Mineral ikutan perlu diperhitungkan kualitas dan jumlahnya karena mungkin  bernilai
ekonomis sehingga dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan teknologi pada
saat penetapan sumber daya.
d.  Bahan galian lain; 
Bahan galian lain perlu diperhitungkan kualitas dan jumlahnya karena mungkin
bernilai ekonomis sehingga dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan teknologi
pada saat penetapan sumber daya. e.  Metode estimasi sumberdaya;
Dalam metode estimasi ini harus diuraikan dengan rinci mengenai keadaan endapan
dan pemineralan seperti tipe endapan, jurus, kemiringan tubuh bijih, bentuk, ukuran,
sebaran dan kemenerusannya. Metode ini apakah menggunakan cara konvensional
atau geostatistik, tergantung dari kompleksitas bahan galian termasuk penggunaan
program penunjang perhitungan cadangan (software) dengan komputer. Pembatasan
blok sumber daya harus dijelaskan apakah dengan cara ekstrapolasi atau intrapolasi.
e.  Skala peta; 
Ukuran skala peta yang digunakan harus sesuai dengan tahap eksplorasi dan harus
menunjukan blok sumber daya, jenis bahan galian, dan variabilitasnya.

3.  Proses penetapan sumber daya  
a. Pemegang Izin Usaha Pertambangan Umum (IUP Umum) melakukan penetapan
sumber daya dan hasilnya dilaporkan kepada instansi yang berwenang sesuai dengan
standar laporan eksplorasi yang berlaku;
b. Instansi berwenang/pemberi izin berhak mengetahui metode dan  proses    penetapan
yang dilakukan oleh pemegang IUP Umum;
c. Instansi berwenang/pemberi izin mengevaluasi metode dan proses penetapan yang
dilakukan oleh pemegang IUP Umum;
d. Evaluasi laporan dilakukan oleh instansi berwenang/pemberi izin paling lama 1
bulan;
e. Apabila dalam waktu 1 bulan setelah penyampaian laporan, hasil evaluasi belum
ditetapkan maka metode dan proses penetapan sumber daya yang dilakukan oleh
pemegang IUP Umum dianggap  diterima;
f. Hasil evaluasi sebagai dimaksud dalam butir (c), selanjutnya dipakai sebagai salah
satu komponen dasar dalam penyusunan tahap selanjutnya sesuai dengan standar
yang berlaku;
g. Perubahan terhadap metode dan proses penetapan sumber daya yang telah disetujui
pada butir (c) harus dilaporkan kepada instansi yang berwenang/pemberi izin untuk
di evaluasi kembali;
h. Apabila terjadi ketidak sepakatan antara pemegang IUP Umum dengan pihak instansi
berwenang/pemberi izin, maka kedua belah pihak akan menunjuk penilai
independen.    

B.  Tata Cara Penetapan Cadangan 

1. Penetapan cadangan terhadap suatu bahan galian mengacu pada : Standar
Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Mineral (SNI 13-4726-1998 beserta
amandemennya 13-4726-1998/Amd I : 1999) dan atau  Standar Klasifikasi Sumberdaya
dan Cadangan Batubara (Amandemen 1-SNI  13-5014-1998).
2. Dalam penetapan cadangan selain parameter penetapan sumber daya maka harus 
ditambahkan parameter : 
a.  Aspek teknik 
  1)  Sistim penambangan
a) Perlu dipertimbangkan mengenai pemilihan/penerapan sistim penambangan,
apakah tambang terbuka, bawah tanah, hydraulic, dredge mining, dan
sebagainya karena sangat tergantung pada jenis dan  variasi bahan galian,
hal ini  akan berpengaruh pada  mineable reserves dan  recovery
penambangan nantinya;
b) Pada penambangan secara terbuka, perlu mempertimbangkan adanya
kemungkinan dilakukan penambangan bawah tanah, berdasarkan
keberadaan dan penyebaran bahan galian, agar recovery penambangan lebih
besar;
c) Perlu dipertimbangkan kemungkinan ada sistem penambangan lanjutan,
untuk meningkatkan perhitungan jumlah cadangan .
  2)   Sistim pengolahan dan pemurnian  
Sistim pengolahan dan pemurnian harus menggunakan teknologi yang tepat
karena rangkaian proses produksi yang efisien dapat meningkatkan nilai
cadangan.
  3)  Sistim pengangkutan  
Sistim pengangkutan harus menggunakan metode yang tepat dan  dilakukan
secara efektif dan efisien untuk mengurangi kehilangan material selama
pengangkutan sehingga dapat meningkatkan nilai recoverynya.
  4)  Nisbah Pengupasan (SR)
Nisbah pengupasan harus diupayakan sebesar mungkin dengan meningkatkan
penggunaan metode dan teknologi peralatan penambangan yang lebih efisien
serta dilakukannya pengawasan yang efektif.
5)  Kadar Batas Rata-rata Terendah (COG)  
Penetapan nilai  COG harus diupayakan serendah mungkin dengan
mengupayakan penggunaan teknologi penambangan/pengolahan yang lebih
efektif dan efisien. 6)   Ketebalan Batas Rata-rata Terambil (COT)
Dalam melakukan penetapan nilai  COT harus diupayakan sekecil mungkin,
dengan meningkatkan penerapan teknologi yang tepat/efisien dan dilakukannya
pengawasan yang efektif.
b.  Aspek ekonomi  
1) Infra struktur  
Keberadaan dan kelengkapan infra struktur harus diuraikan secara rinci dan jelas
seperti tersedianya sarana, jalan, listrik, jaringan pemasaran karena bisa
mempengaruhi kelas cadangan
2) Tenaga kerja 
Komposisi dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan harus dipertimbangkan
sesuai dengan keahlian;
3) Harga komoditas bahan galian 
Penetapan harga awal  komoditas dilakukan pada saat penetapan cadangan pada
waktu itu. Fluktuasi harga komoditas di pasar domestik dan internasional (FOB)
dapat mempengaruhi kelas sumber daya dan cadangan.
4) Jenis produk sampingan dan produk akhir
Perlu diperhitungkan jenis produk sampingan yang bernilai ekonomis pada saat
itu dan   produk akhir, apakah berupa raw material atau produk pengolahan,
5) Nilai dan prospek bahan galian
Perlunya dilakukan kajian nilai dan prospek bahan galian agar diperoleh hasil
prediksi secara cermat.
c.  Aspek lingkungan 
Perlunya informasi rencana pengelolaan dan penanganan lingkungan sesuai dengan
peraturan yang berlaku diantaranya : limbah, tanah penutup, air keluaran tambang,
penurunan kualitas air permukaan, amblesan, longsor, penanganan tailing, reklamasi,
dll.
d.  Aspek hukum  
Semua kegiatan usaha pertambangan harus mematuhi perundangan yang berlaku dan
hukum adat setempat.
3. Proses penetapan cadangan sebagai berikut : 
a. Pemegang IUP Umum melakukan penetapan cadangan dan hasilnya dilaporkan
kepada instansi yang berwenang sesuai dengan standar laporan eksplorasi yang
berlaku;
b. Instansi yang berwenang berhak mengetahui metode dan  proses penetapan yang
dilakukan oleh pemegang IUP Umum;
c. Instansi yang berwenang mengevaluasi metode dan proses penetapan yang dilakukan
oleh pemegang IUP Umum;
d. Evaluasi laporan dilakukan oleh instansi yang berwenang paling lama 1 bulan;
e. Apabila dalam waktu 1 bulan setelah penyampaian laporan, hasil evaluasi belum
ditetapkan maka metode dan proses penetapan cadangan yang dilakukan oleh
pemegang IUP dianggap  diterima;
f. Hasil evaluasi sebagai dimaksud dalam butir  (c), selanjutnya dipakai sebagai salah
satu komponen dasar dalam penyusunan tahap selanjutnya sesuai dengan standar
yang berlaku;
g. Perubahan terhadap metode dan proses penetapan cadangan yang telah disetujui pada
butir (c)  harus dilaporkan kepada instansi yang berwenang untuk di evaluasi
kembali;
h. Apabila terjadi ketidak sepakatan antara pemegang IUP dengan pihak berwenang,
maka kedua belah pihak akan menunjuk penilai independent.


VI. Tata Cara Pengawasan Sumber Daya dan Cadangan 

Dalam pelaksanaan pengawasan sesuai dengan kewenangannya Instansi berwenang/pemberi izin
mempunyai hak melakukan pengawasan terhadap metode dan proses penetapan sumber daya dan
cadangan bahan galian.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengawasan sumber daya dan cadangan bahan galian
adalah persiapan, kegiatan di lapangan, obyek pengawasan, pelaksanaan pengawasan dan laporan.
A. Persiapan
1. Menyusun program pengawasan;
2.   Mempelajari data yang berkaitan dengan sumber daya dan cadangan, terutama pengecekan
prosedur korelasi, pengolahan dan interpretasi data;
3. Memberitahukan kepada pemegang IUP dan pimpinan/manager lapangan tentang rencana
kegiatan pengawasan.
B. Kegiatan di lapangan  
1. Presentasi pemegang izin usaha pertambangan;
2. Melakukan pemeriksaan di lapangan, didampingi oleh petugas yang berkompeten sesuai
dengan jadwal pengawasan yang dilaksanakan.;
3. Melakukan evaluasi mengenai hasil pemeriksaan;
4. Mengadakan diskusi yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan
cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya.
C. Objek Pengawasan  
Obyek pengawasan penetapan sumberdaya dan cadangan, meliputi :
1. Peta-peta pendukung eksplorasi dan eksploitasi;  
a. Peta endapan bahan galian dan blok sumber daya dan cadangan; 
b. Peta sebaran titik pengamatan; 
c. Peta pengambilan percontoh. 
2. Hasil analisis  laboratorium;  
3. Pengolahan data; 
4. Metode dan proses penetapan sumberdaya dan cadangan; 
5. Penetapan sistem penambangan; 
6.  Recovery penambangan, pengangkutan dan pengolahan/pemurnian  
7. Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal, kadar/nilai rendah dan bahan 
galian lainnya; 
8. Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumber daya pasca tambang; 
9. Pengelolaan/penanganan tailing; 
10. Upaya peningkatan nilai tambah. 
D. Pelaksanaan Pengawasan 
Pelaksanaan pengawasan untuk masing–masing obyek pengawasan dilakukan pada tahaptahap kegiatan sebagai berikut :
1. Peta-peta pendukung eksplorasi dan eksploitasi ;
a. Melakukan pemeriksaan peta eksplorasi dan eksploitasi meliputi :
Peta-peta endapan bahan galian, blok sumber daya dan cadangan serta kelengkapan
jenis dan skala peta harus sesuai dengan tingkat sumber daya dan cadangan;
b. Peta sebaran titik pengamatan;
Memeriksa mengenai data titik pengamatan; jumlah, pola dan kerapatan titik
pengamatan yang mewakili harus sesuai dengan tahapan eksplorasi;
c. Peta pengambilan percontoh
Data lokasi pengambilan percontoh yang mewakili harus sesuai dengan tahapan
eksplorasi.
2. Hasil analisis  laboratorium; untuk mengetahui kesesuaian dengan CoG yang ditetapkan 
termasuk prosedur pengambilan contoh dan duplikatnya;  
3. Pengolahan data; apakah dilakukan dengan cara konvensional atau geostatistik termasuk 
menggunakan program penunjang komputer (software) dsb; 
4. Metode dan proses penetapan sumberdaya dan cadangan. 
a.  Pada endapan bijih  
Memeriksa apakah cadangan yang ditetapkan telah mencakup semua sumberdaya
untuk dihitung sebagai cadangan dengan cara mengambil contoh-contoh secara acak
untuk mengetahui apakah kadarnya sudah benar atau lebih rendah dari CoG pada
lokasi cadangan;
b.  Pada endapan batubara dan endapan berbentuk lapisan lainnya 
 Memeriksa apakah cadangan yang ditetapkan telah mencakup semua sumberdaya
yang layak dan tersedia untuk dihitung sebagai cadangan, jika diperlukan dapat
mengukur kembali dan mengambil contoh-contoh secara acak  pada lapisan yang
dianggap relatif tipis, serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio
apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan di
lokasi/blok cadangan;
c.  Mengadakan diskusi yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan 
cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. 
5.  Penetapan sistem penambangan: 
a. Mengevaluasi apakah sistem penambangan yang ditetapkan telah
mempertimbangkan  recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis
dan ekonomis;
b. Mengadakan diskusi yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan
sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasil
diskusinya.
6. Recovery penambangan, pengangkutan dan  pengolahan/permurnian adalah sebagai 
berikut : 
a.  Recovery penambangan 
Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah
sesuai rencana semula, dengan cara  membandingkan jumlah produksi yang tergali
dengan  cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode
waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam blok) telah digali;
b.  Recovery pengangkutan dan  pengolahan/pemurnian  
Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah
sesuai rencana semula, dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut
dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu.
7.  Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal, kadar/nilai rendah dan bahan 
galian lain adalah sebagai berikut : 
 a. Mengamati apakah telah dilakukan pengelolaan/penanganan atas bahan galian
kadar/nilai marjinal, kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu waktu kondisi
teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk
selanjutnya ditambang;
b. Mengamati apakah telah dilakukan pengelolaan/penanganan ataupun pemanfaatan
atas bahan galian lain sehingga  meningkatkan nilai tambah dari kegiatan
pertambangan.
 c. Mengadakan diskusi yang mendalam mengenai pertimbangan pertimbangan
pengelolaan/penanganan atas bahan galian kadar/nilai  marjinal, kadar/nilai rendah
dan bahan galian lain.
8. Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya  pasca tambang adalah 
sebagai berikut : 
 a. Mengamati apakah telah dilakukan pengelolaan/penanganan atas cadangan bahan
galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu waktu kondisi
teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk
selanjutnya ditambang;
 b. Mengadakan diskusi yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan
pengelolaan/penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang.
9.  Pengelolaan/penanganan tailing adalah sebagai  berikut : 
 a. Mengamati apakah telah dilakukan pengelolaan/penanganan atas tailing, antara lain
mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing sehingga
apabila ditemukan tailing, yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya
penangkapan mineral kembali atau  menimbunnya disuatu tempat terpisah, agar
apabila kondisi  teknis dan ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali;
 b. Mengadakan diskusi yang mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan
pengelolaan/penanganan atas tailing.
10. Upaya peningkatan nilai tambah adalah sebagai  berikut : 
 a. Mengamati apakah telah dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi
pertambangan, antara lain dengan cara melakukan pencucian dan  crushing  pada
pertambangan batubara, blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain
sebagainya agar kuantitas dan atau kualitas produksi   pertambangan dapat
ditingkatkan sehingga diperoleh manfaat yang optimal;
b. Mengadakan diskusi yang mendalam mengenai pertimbangan  peningkatan nilai
tambah.
E. Pelaporan  
 1.  Penulisan laporan 
Selesai melakukan pemeriksaan, pengawas wajib :
a. Menyelesaikan laporan tertulis hasil pengawasan paling lambat 12 hari kerja
terhitung sejak kembali dari tugas;
b.  Laporan tersebut juga disampaikan kepada kepala unit instansi yang berwenang;
c.  Instansi pengawas wajib menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat sedikitnya
setahun sekali.
        2.  Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : 
a. Pendahuluan 
Terdiri dari latar belakang, maksud dan tujuan, lokasi kegiatan.
b. Pelaksanaan  pengawasan; 
Berisi tahapan prosedur dan pencatatan hasil pengawasan di lapangan.
c. Pembahasan; 
- Membahas tentang hasil temuan di lapangan;  - Merangkum hasil diskusi dengan pemegang izin/pengawas lapangan;
d. Kesimpulan dan Saran. 
F. Kualifikasi Pejabat Pengawas Sumberdaya dan Cadangan  
1.  Persyaratan umum 
a. Pegawai Negri Sipil; 
b. Sehat jasmani dan rohani; 
c. Berpendidikan : 
- Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi;
- Sarjana muda teknik atau pendidikan sedarajat jurusan Geologi/ Tambang/
Metalurgi;
- Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi.
2. Persyaratan Khusus  
a.  Setiap petugas pengawasan penetapan sumber daya dan cadangan  bahan galian
wajib lulus dalam kursus  perhitungan dan penetapan sumber daya dan cadangan
tingkat dasar;
b. Ketua Tim pengawasan penetapan sumber daya dan cadangan  bahan galian wajib
lulus dalam kursus  perhitungan dan penetapan sumber daya dan cadangan  tingkat
lanjutan;
c. Paling sedikit salah satu anggota tim pengawas sumber daya dan cadangan
merupakan angota tim pengawas eksplorasi.

Minggu, 19 Desember 2010

Global Positioning System



Global Positioning System (GPS) adalah sistem navigasi berbasis satelit yang dibangun oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, terdiri dari 24 satelit yang ditempatkan pada orbitnya masing-masing. Pada awalnya GPS diperuntukkan bagi kepentingan militer, namun pada tahun 1980-an, pemerintah Amerika Serikat membuka kesempatan bagi khalayak umum untuk menggunakannya perangkat ini. GPS mampu bekerja dalam setiap kondisi cuaca, di seluruh tempat di dunia, selama 24 jam sehari. Pemerintah Amerika Serikat tidak mengenakan biaya berlangganan atau biaya pemasangan peralatan berkaitan dengan penggunaan fasilitas GPS.

Bagaimanakah Cara Kerja GPS?







Satelit GPS mengitari bumi sebanyak 2 (dua) kali sehari dan mentransmisikan informasi berupa sinyal ke bumi. GPS receiver menerima informasi ini dan menggunakan metode triangulasi untuk menghitung dimana lokasi pemakai. Secara umum, metode yang digunakan receiver GPS dalam melakukan kalkulasi lokasi adalah dengan cara membandingkan waktu dari sinyal saat ditransmisikan dari satelit dengan waktu saat sinyal diterima oleh receiver. Selisih waktu akan menggambarkan seberapa jauh jarak antara satelit dengan GPS receiver. Dengan triangulasi dari beberapa jarak antara GPS receiver terhadap beberapa satelit lainnya, maka GPS receiver dapat menentukan posisi pemakai dan menampilkannya pada peta elektronik.

Untuk dapat menentukan lokasi pemakai, maka GPS receiver harus menerima sinyal minimal dari 3 (tiga) buah satelit untuk kalkulasi posisi 2 dimensi (latitude dan longitude) serta deteksi pergerakan. Apabila didapat sinyal dari 4 satelit, maka receiver dapat menentukan posisi pemakai dalam 3 dimensi (latitude, longitude, dan altitude). Apabila posisi pemakai telah didapat, maka unit GPS mampu mengkalkulasi informasi lain, seperti kecepatan, jejak, jarak perjalanan yang ditempuh, jarak posisi tujuan, waktu matahari terbit dan tenggelam, dsb.

Seberapa Akuratkah Perangkat GPS?





Perangkat GPS masa kini sangatlah akurat, karena telah didesain secara multi kanal paralel. Salah satu contoh adalah receiver 12 kanal paralel yang sangat cepat dalam menangkap dan mengunci sinyal yang didapat dari satelit, walaupun dalam lingkungan yang tertutup seperti di tengah-tengah gedung pencakar langit. Beberapa faktor cuaca di atmosfir dan sumber kendala lainnya dapat mempengaruhi tingkat akurasi GPS receiver. Namun, beberapa receiver telah didesain dengan toleransi kesalahan jarak maksimal rata-rata sebesar 15 meter. Beberapa desain terbaru dilengkapi dengan perangkat WAAS (Wide Area Augmentation System) yang mampu meningkatkan akurasi hingga rata-rata kurang dari 3 meter. Pemakai GPS juga dapat meningkatkan akurasi dengan menggunakan Differential GPS (DGPS), yang berfungsi mengkoreksi sinyal GPS rata-rata mencapai 3 hingga 5 meter. Penjaga pantai Amerika Serikat mengoperasikan perangkat DGPS ini, yang terdiri dari jaringan antena yang menerima sinyal GPS, kemudian mentransmisikan sinyal yang telah dikoreksi melalui sebuah transmitter khusus. Agar dapat menangkap sinyal hasil koreksi tersebut, pemakai GPS harus memiliki perangkat differential receiver dan antena khusus sebagai tambahan bagi perangkat GPS yang sudah ada.

Sistem Satelit GPS

24 satelit yang membentuk ruang segmen GPS di angkasa mengorbit pada lintasan yang mengelilingi bumi pada ketinggian 12.000 mil diatas permukaan laut. Satelit-satelit ini mengorbit secara konstan, membuat dua orbit penuh dalam waktu kurang dari 24 jam, dan dengan kecepatan 7.000 mil per jam. Seluruh satelit GPS ini menggunakan tenaga matahari, di-back up dengan baterai terpasang untuk menjaga agar mereka tetap beroperasi kendati terjadi gerhana matahari. Disaat tidak terdapat cahaya matahari, maka sebuah roket kecil yang terdapat pada setiap satelit akan beroperasi untuk menjaga satelit-satelit ini bergerak pada orbit dan kecepatan tetap.

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik berkaitan dengan satelit GPS (yang oleh staff Departemen Pertahanan Amerika Serikat dikenal dengan sebutan NAVSTAR) :

- Satelit GPS pertama kali diluncurkan pada tahun 1978.

- Konstelasi penuh yang terdiri dari 24 satelit tercapai pada tahun 1994.

- Pembangunan setiap satelit memakan waktu kurang lebih 10 tahun. Perbaikan dan pergantian perangkat yang mengalami kerusakan hingga saat ini terus dilakukan dengan cara mengirimkan komponen ke orbit satelit.

- Sebuah satelit GPS memiliki bobot kurang lebih 2.000 pounds dan memiliki panjang 17 kaki termasuk extended solar cell panel.

- Daya yang dibutuhkan untuk melakukan transmisi kurang dari 50 watt (sangat efisien bukan?)




Seperti Apa Sinyal yang Dikirim Oleh Satelit?

Satelit GPS mentransmisikan 2 sinyal radio berdaya kecil, dengan sebutan sinyal L1 dan sinyal L2. Masyarakat umum menggunakan sinyal GPS L1 dengan frekuensi 1.575,42 MHz dalam pita UHF. Sinyal yang dipancarkan hanya mampu melintas pada ruang yang dapat tembus cahaya, seperti menembus awan, kaca, maupun plastik, namun tidak dapat menembus sebagian besar objek padat seperti bangunan dan gunung.

Sebuah sinyal GPS terdiri dari 3 bit informasi yang berbeda, yaitu pseudorandom code, ephemeris data, dan almanac data. Secara sederhana, pseudorandom code merupakan kode identitas yang menginformasikan satelit mana yang memancarkan sinyal. Pada setiap receiver, identitas ini dapat dilihat pada bagian unit satelit.

Ephemeris data menginformasikan kepada GPS receiver mengenai posisi dari setiap satelit GPS setiap waktu sepanjang hari. Setiap satelit mentransmisikan ephemeris data untuk menunjukkan informasi orbit dari satelit tersebut dan posisi satelit lain yang berada dalam sistem.

Almanac data, yang secara konstan ditransmisikan oleh setiap satelit, berisi informasi penting tentang status satelit (baik atau rusak), tanggal saat ini, dan waktu. Data ini memiliki arti sangat penting dalam menentukan posisi dari pemakai GPS.

Beberapa Hal yang Menyebabkan Defect Sinyal GPS

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan degradasi sinyal dan menyebabkan menurunnya akurasi adalah :

- Delay pada ionosfir dan troposfir. Sinyal dari satelit akan melambat ketika melewati kedua lapisan atmosfir ini. Sistem GPS menggunakan sebuah model built in yang dapat mengkalkulasi jumlah rata-rata delay sehingga dapat mengkoreksi sebagian besar kesalahan yang terjadi akibat delay ini.

- Multipath signal dapat muncul apabila sinyal GPS terpantul pada objek padat seperti bangunan tinggi atau permukaan gunung sebelum mencapai sebuah receiver. Hal ini dapat menambah waktu perjalanan dari sinyal, sehingga akan memperbesar kesalahan yang terjadi.

- Kesalahan pada receiver clock. Sebuah receiver clock yang terpasang pada GPS receiver tidaklah begitu akurat dibandingkan dengan jam atom yang terdapat pada satelit GPS. Hal ini dapat menyebabkan adanya sedikit penyimpangan waktu acuan antara waktu di satelit GPS terhadap waktu di receiver.

- Kesalahan orbit satelit, atau dikenal juga dengan ephemeris errors, yang timbul akibat ketidakakuratan laporan posisi orbit dari satelit.

- Jumlah satelit yang tampak. Semakin banyak receiver “melihat” satelit, maka semakin akuratlah informasi mengenai posisi yang dihasilkan. Bangunan, permukaan bumi, dan interferensi elektronik dapat menyebabkan hambatan penerimaan sinyal satelit, menyebabkan kesalahan posisi hingga bahkan tidak didapatkan informasi posisi sama sekali. Umumnya unit GPS tidak dapat bekerja pada ruangan tertutup, bawah laut, atau bawah tanah.

- Geometri satelit. Ini berarti posisi relatif dari setiap satelit ketika memancarkan sinyal ke receiver. Geometri satelit yang ideal didapat ketika satelit GPS berada di sudut lebar / cekungan lebar dari orbit relatif terhadap posisi satelit lainnya. Geometri yang buruk didapat ketika satelit berada pada lintasan orbit lurus atau mengumpul membentuk suatu kelompok satelit.

Jumat, 05 November 2010

koreksi koordinat.....

langsung aja deh.... lagi males bikin kata2 neh..... ni tadi ada temen yang minta..... oke lah.... download aja di sini.....
klo ada pertanyan atau apapun itu,,,, silakan tinggalkan komentar anda...... mari belajar bersama.....

Minggu, 17 Oktober 2010

Inilah 99 Fakta Tentang Pria

Men are from Mars, and women are from Venus. Yah setidaknya begitulah yang sering kita dengar, walau kenyataannya kita adalah makhluk yang sama-sama berasal dari bumi. Jadi mengapa pria sering disebut berasal dari Mars, dan wanita dari Venus ya?

1. Sebenarnya pria tak mencari wanita yang cantik, yang dicari adalah wanita yang enak dilihat dan mempesona. (Untuk itu, ia selalu meminta Anda berdandan. Bukan karena ia mata keranjang, tetapi mereka ingin Anda terlihat mempesona)

2. Pria sangat benci dikhianati. (Walau mereka egois, keras, dan sok kuat, tetapi mereka adalah makhluk yang rapuh)

3. Detik ini ia menyukai Anda, beberapa detik kemudian, ia lupa dan malah asyik bersama teman-temannya. (Hal ini wajar, tetapi bukan berarti Anda tak pernah ada di hatinya)

4. Jika ia mengatakan “Ya, memang aku nggak ngerti kamu,” itu artinya pemikiran dia dan Anda berbeda. (Bukan berarti tak bisa bersatu, tetapi coba untuk saling memahami satu sama lain)

5. Dalam sehari, ia akan sibuk bermain dan menjalani aktivitasnya bersama teman-temannya. Tetapi percayalah, saat ia bersiap untuk tidur, Anda selalu terbersit di dalam benaknya. (Dan percayalah, mereka suka senyum-senyum sendiri saat membayangkan betapa cantiknya Anda hari ini)

6. “Kamu lagi ngapain?” atau “Sudah makan belum?” adalah kalimat yang paling sering diucapkan pria saat di telepon. (Mereka memang bukan makhluk yang pandai berbasa-basi, tetapi mereka sungguh ingin tahu semua hal detail soal Anda)

7. Jika seorang pria benar-benar mencintai Anda, ia akan menerima Anda apa adanya. Tak peduli Anda gemuk, hitam atau berjerawat. (Mereka mungkin akan memberi saran pada Anda untuk diet saat Anda merasa gemuk, tetapi mereka tulus mencintai Anda)

8. Pria sangat tergila-gila saat melihat senyuman Anda. (Untuk itu jangan memelihara cemberut di wajah Anda, tersenyum dan buatlah ia semakin terpesona)

9. Pria akan melakukan apa saja untuk meraih perhatian Anda. (Termasuk memamerkan kisahnya dengan sang mantan, walau terkadang hal ini tak perlu diceritakannya pada Anda)

10. Pria tak suka jika Anda bercerita soal mantannya. (Walau kadang ia suka pamer soal mantannya kepada Anda, tapi ia sangat cemburu jika ia mendengar cerita soal mantan Anda)

11. Jika pria ingin bertemu dengan orang tua Anda, jangan ragu dan malu. Ia serius dengan Anda lho!

12. Pria ingin selalu berbagi semua hal dengan Anda, namun terkadang ia tak bisa mengungkapkan semua hal dengan baik. (Untuk itu, jangan paksa dirinya bercerita jika memang ia belum siap untuk bercerita)

13. Sesekali, pria menangis. (Semua bayi, pria maupun wanita menangis, dan pria dewasa juga memiliki rasa sedih, saat mereka kecewa dan sedih, mereka pun bisa menangis seperti Anda. Berikan pelukan dan dukungan padanya, karena Anda ada untuknya)

14. Jangan berusaha membuat pria marah, karena mereka adalah makhluk temperamen yang mudah marah.

15. Pria adalah makhluk simple, mereka bukan tipikal yang selalu berharap dan berandai-andai.

16. Pria akan mencoba mendapatkan hati wanita yang memutuskannya, sebelum akhirnya mereka berusaha melupakannya. (Inilah yang membuat mereka getol menelepon Anda setelah habis putus, dan kemudian akhirnya menyerah karena Anda memberikan respon yang negatif)

17. Saat Anda membuat seorang pria jatuh cinta, selamanya ia tak akan pernah bisa melupakannya. (Untuk itu bisa dibilang pria lebih rapuh dan sulit melupakan ketimbang wanita)

18. Jangan pernah berkata padanya, “Mmhhh… ah tidak lupakan saja” karena hal ini akan membuat ia bertanya-tanya dan bahkan curiga pada Anda. (Seperti halnya wanita, mereka juga makhluk yang sensitif dan ingin tahu)

19. Pria tak akan pernah bisa tidur, jika perlahan Anda mengusap punggungnya. Dan membelai lembut kepalanya. (Percayalah, jika Anda melakukan ini pada kekasih Anda, maka ia akan terus menerus merindukan Anda)

20. Pria selalu memiliki cara untuk memuji Anda (baca: merayu Anda)[break]

21. Jika pria ragu-ragu dan terlihat berpikir keras saat Anda menyatakan pendapat atau meminta mereka melakukan sesuatu, artinya mereka tidak mau melakukannya. (Kebanyakan pria akan berbohong dan melakukan hal yang tak ingin ia lakukan untuk wanita yang ia cintai. Tapi percayalah, mereka sangat menderita dan merasa terkekang)

22. Jika Anda berkata tidak, yang ada di dalam pikiran pria adalah “Akan aku coba lagi” (Masih ingat kan saat ia meminta Anda menjadi kekasihnya?)

23. Anda tak akan pernah bisa membuat pria mengerti dalam sekali berbicara saja. Mereka makhluk yang cerdas, tetapi terkadang sulit bagi mereka untuk mengerti Anda. (Begitulah pria menyebut wanita sebagai makhluk yang sulit dimengerti)

24. Pria benci gay! (Bukan bermaksud diskriminasi atau jahat, tetapi terkadang mereka tak habis pikir, mengapa seseorang bisa menyukai sesama jenisnya. Dan terkadang mereka malah takut dan cenderung menutup pertemanan dengan mereka yang berhubungan dengan sesama jenis)

25. Pria sangat menyayangi ibunya.

26. Pria akan menyisihkan sebagian uangnya hanya untuk membeli hadiah kecil untuk Anda.

27. Pria sering berpikir tentang wanita yang mungkin menyukai mereka (termasuk si centil yang sering kali membuat Anda jengkel dengan SMS-SMS genitnya), tetapi bukan berarti mereka menyukai wanita itu lho.

28. Anda tak akan pernah bisa mengerti pria, kecuali Anda menyediakan waktu untuk mendengar keluh kesah mereka dan bukan melulu bercerita tentang diri Anda.

29. Jika seorang pria dengan sungguh-sungguh mengatakan, Anda adalah satu-satunya orang yang dicintainya, percayalah, perkataannya tulus dari dalam hati.

30. Bukan pria saja yang gemar bergosip, di antara teman prianya, mereka juga seringkali bergosip.

31. Wanita, adalah kelemahan setiap pria. (Mereka tak akan tahan melihat air mata jatuh dari mata Anda. Mereka juga tak suka melihat Anda bersedih)

32. Tak seperti wanita, pria lebih jujur dan terbuka tentang diri mereka. Mereka lebih menerima kekurangan apa adanya.

33. Boleh saja membuat pria penasaran pada Anda, tetapi jika digantung terlalu lama, mereka juga bisa bosan dan jenuh lho.

34. Percaya atau tidak, pria adalah juri yang adil dan baik.

35. Walau terkadang mereka berkesan jorok, tetapi pada dasarnya pria suka kebersihan, aroma wangi, dan keindahan.

36. Pria lebih suka pada wanita yang menghargai dirinya apa adanya.

37. Pria mencintai seorang wanita yang bisa menjadi sahabat, sekaligus kekasih baginya.

38. Jika ada seorang pria yang menceritakan masalahnya, Anda cukup mendengarkannya. Jangan beri nasehat atau menyalahkan dirinya.

39. Jika ada seorang pria menyukai Anda, lihat lebih jauh ke dalam matanya. (Mata adalah jendela hati, dan ia tak pernah berbohong)

40. Pria selalu memiliki cara untuk menghindarkan Anda dari pria lain. (Salah satunya dengan menolak diajak jalan ke mall)

41. Pria lebih menyukai wanita yang cerdas, ketimbang wanita yang hanya tahu soal make up dan rok mini.

42. Pria adalah sosok yang sok tahu, mereka malu bertanya kepada wanita apa yang diinginkan. Alhasil, tebakan mereka seringkali meleset.

43. Ketika pria menginginkan sesuatu, mereka akan membayangkannya. Tetapi mereka tak mau terlibat terlalu jauh. Mereka lebih cenderung memendam dalam-dalam keinginan mereka jika tahu keinginan itu sulit terwujud.

44. Pria adalah makhluk yang payah dalam soal rahasia. Mereka hampir tak bisa menyimpan rahasia dengan baik.

45. Terkadang, pria terlalu banyak berpikir negatif ketimbang positif.

46. Fantasi pria soal wanita adalah satu-satunya fantasi yang tak mungkin dibatasi. (Sekalipun mereka telah memiliki pasangan dan keluarga)

47. Tinggi badan mungkin bukan masalah yang terlalu penting bagi pria, tetapi mereka cukup peduli pada berat badan (wanita khususnya, termasuk Anda)

48. Jika pria mulai serius dengan hubungannya, maka mereka akan menjadi makhluk yang super posesif. (Inilah mengapa ia selalu berusaha menjemput dan mengantar Anda, serta selalu mengecek inbox message di dalam handphone Anda)

49. Jika Anda tahu bagaimana menaklukkan pria Anda, mereka tak akan pernah bisa jauh dari Anda.

50. Bagi pria, melupakan seseorang membutuhkan waktu yang lebih lama dari seumur hidup.

51. Anda harus jujur pada seorang pria jika memang Anda tak ingin punya hubungan apa-apa dengan mereka (dari awal perkenalan Anda)

52. Pria adalah makhluk yang memiliki gengsi tinggi, mereka tak suka ditolak.

53. Anda mungkin berpikir, pria itu makhluk yang paling egois. Namun saat melakukan kesalahan, mereka bisa sangat menyesal dan tak bisa berhenti menyalahkan dirinya. (Berikan dukungan dan semangat jika ia mungkin berbuat salah, dengan penyesalan yang ditunjukkannya, itu sudah lebih dari cukup. So, jangan menuntut hal lain yang lebih besar lagi dari penyesalan)

54. Pria sangat ingin berubah, tetapi terkadang mereka lemah dan seringkali gagal dalam usahanya di tengah jalan.

55. Saat bersama teman-temannya, pria bisa jadi sosok yang angkuh dan tak takut akan apapun. Namun saat berdua dengan Anda, ia lebih jinak daripada merpati.

56. Jika seorang pria diam lebih dari beberapa menit, artinya ia gugup, sedih atau sedang marah.

57. Jika seorang pria mengatakan, ia jenuh pada Anda. Ia tak sungguh-sungguh mengatakannya. Ia hanya butuh waktu untuk sendiri, sejenak saja.

58. Namun jika seorang pria mengatakan, "Aku sedang ingin sendiri," ia juga tak bersungguh-sungguh. Ia hanya ingin diberi sedikit ruangan, tetapi ia tak ingin ditinggalkan.

59. Pria adalah makhluk yang selalu ragu-ragu, mereka tak pernah punya keputusan akhir.

60. Pria adalah makhluk yang haus dan suka akan pujian (bahkan melebihi Anda, wanita)

61. Jika seorang pria berusaha pasang tampang serius, dengarkan baik-baik apa yang akan ia katakan.

62. Jika mereka tiba-tiba terdiam, jangan dibiarkan saja. Tanyakan dengan lembut, apa yang ada di dalam pikiran mereka.

63. Pria tak pernah percaya akan cinta pada pandangan pertama. (Karena pria tak hanya melihat dari fisik saja, kecuali ia adalah player, melainkan ia mencari sosok yang membuatnya nyaman)

64. Pria suka wanita yang feminin, bukan wanita yang centil.

65. Pria tak suka dikalahkan oleh wanita (Terutama jika pukulan Anda lebih keras daripada mereka)

66. Pria adalah makhluk yang perasa, tetapi mereka juga makhluk yang peragu.

67. Pria menghabiskan waktu lebih banyak untuk bermain game atau sepak bola, ketimbang seorang wanita dengan salon dan mall-nya.

68. Pria suka wanita yang pandai memasak.

69. Pria cenderung mencari sosok wanita yang mirip ibunya. (Dilahirkan dari seorang ibu membuat pria memiliki sisi lembut, dan ingin selalu berada dalam perlindungan serta kelembutan seorang ibu yang ingin ditemukan di dalam diri Anda)

70. Wanita selalu menangis dan stres menghadapi masalah mereka, tetapi percayalah bahwa masalah yang dihadapi oleh pria jauh lebih besar ketimbang wanita.

71. Jika Anda ingin tahu tentang ketulusan si dia pada Anda, tanyakan saja sahabatnya.

72. Jangan keras kepala, pria seringkali jenuh jika berhadapan dengan wanita yang keras kepala.

73. Pria selalu sedih, karena mereka menghadapi kenyataan bahwa wanita sering bingung memilih cintanya.

74. Pria suka memegang remote dan mengganti-ganti channel ketimbang wanita. (Dan kebanyakan mereka akan melewatkan semua iklan yang ada)

75. Pria lebih bawel dan cerewet ketimbang wanita, terutama jika topiknya adalah Anda.[break]

76. Pria tak mudah melupakan, dan tak ingin dilupakan terlalu cepat.

77. Pria menyadari sepenuhnya jika wanita itu sulit dimengerti, cerewet dan cengeng. Tetapi mereka masih mencintai wanita.

78. Pria selalu berusaha menghargai Anda walaupun gurauan Anda terkadang tidak lucu.

79. Pria tak terlalu peduli pada apa yang dikenakannya. Mereka lebih peduli pada kenyamanan bukan merek dan harga suatu barang.

80. Pria terlalu mudah menyimpulkan sesuatu, dan mereka cenderung memandang semua wanita sama.

81. Pria adalah makhluk yang paling keras kepala.

82. Kelemahan semua pria terletak pada lututnya.

83. Pria tak mudah percaya pada janji yang diucapkan wanita.

84. Saat menghadapi masalah, pria akan berpura-pura bahwa ia baik-baik saja. Padahal, jelas sekali bahwa ia berpikir keras.

85. Jika seorang pria terlihat lusuh dan tak bersemangat, artinya semalaman ia tak tidur dan berpikir keras akan masalah yang dialaminya.

86. Jika seorang pria memandang pada Anda, bisa jadi ia kagum, atau ia merasa ada yang salah dengan Anda.

87. Jika seorang pria mengaku bersalah dan meminta maaf pada Anda, maafkanlah. Jika ia mengulangi kesalahan yang sama, acuhkanlah.

88. Pria adalah sosok yang tak pernah mau kalah, sehingga ia akan mengajak Anda berkencan di dalam bioskop (agar tak ada seorang pria pun yang mengagumi Anda dari kejauhan), atau mengajak Anda berolahraga (agar Anda terlihat berkeringat dan tak ada yang melirik Anda), dan ia jarang memberikan opini yang benar soal pakaian yang Anda kenakan (ia takut jika Anda terlihat cantik di pesta nanti, ada pria lain yang akan berusaha mendapatkan Anda)

89. Pria akan mengatakan lebih memilih sahabatnya ketimbang Anda, karena mereka adalah kaum yang solid, bukan karena mereka tak mencintai Anda.

90. Pria belajar dari pengalaman, bukan dari novel atau komik percintaan.

91. Jika seorang pria benar-benar terluka dan sedih, adalah saat ia menahan air matanya jatuh di depan Anda.

92. Jangan pernah bertanya pada pria apa yang membuatnya jatuh cinta pada Anda, karena cinta itu tak pernah punya alasan.

93. Meminta pria untuk berkata jujur, sama halnya dengan mengajaknya memulai pertengkaran. (Karena wanita takut akan sesuatu yang jujur, kita lebih senang dibohongi dan dibuat bahagia)

94. Nice guy seringkali berdoa agar semua bad guy di dunia ini dihilangkan, karena wanita lebih suka pada bad guy sekalipun mereka akan membuatnya terluka dan menangis kecewa.

95. Pria seringkali meminta nasehat pada wanita, bukan pada pria (sekalipun ia adalah sahabat terbaiknya)

96. Jika ada seorang pria yang mengatakan Anda cantik, ia menyukai Anda!

97. Pria benci pada wanita yang over akting dan drama queen.

98. Pria paling benci dikritik soal rambutnya.

99. Pria tak mudah jatuh cinta, jika ia menyatakan cintanya, artinya ia ingin berhubungan serius dengan Anda.

Sekalipun Anda dan pria adalah makhluk yang berbeda dan bertolak belakang, namun bukan berarti Anda tak bisa bersatu. Justru perbedaan yang Anda dan dia miliki membuat Anda jadi ingin saling memiliki dan melengkapi. Jadi, tak semua perbedaan itu buruk bukan?


Share |